Page 47 - Cerita Darman dan Darmin
P. 47

Darmin membaringkan kakaknya di balai-balai

            rumah.  Dia  menangis  karena  tidak  sampai  hati

            melihat kakaknya dalam keadaan seperti itu. Amini

            yang  sejak tadi  bersembunyi  akhirnya  keluar  dan

            menghampiri kakaknya.

                 “Bang  Darmin,  mengapa  Bang  Darman  bisa

            seperti ini?” tanya Amini sambil menangis.

                 “Abang juga tidak tahu, Dik.”

                 “Sekarang  Bang  Darman  akan  kita  apakan?”

            tanya Amini lagi.

                 “Sebaiknya kita rawat saja di rumah nenek.”

                 Ketika  siuman,  Darman  meronta-ronta  untuk

            melepaskan  diri.  Akan  tetapi,  Darmin  sudah

            mengikatnya ke balai-balai sehingga sulit baginya

            untuk kabur.

                 “Bang, bagaimana  kalau  kita  mandikan  biar

            bersih,” usul Amini kepada kakaknya. Amini tidak

            sampai hati melihat kakaknya dalam keadaan kotor,

            bau, dan pakaiannya juga compang-camping.




                                          40
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52