Page 42 - Cerita Darman dan Darmin
P. 42

“Sama-sama. Sampai bertemu lagi, Pak,” jawab

            pemuda itu sambil menjabat tangan Pak Salim.

                 Pak Salim  mengetuk  pintu  rumah  anaknya.

            Seorang  perempuan  cantik  membukakan  pintu

            tersebut.

                 “Darman!  Ke  mana  saja?”  sapa  Pak Salim

            dengan wajah ceria.

                  “Kamu siapa?” tanya Darman pura-pura tidak

            kenal. Ia malu mengakui ayahnya yang sudah tua,

            kurus, dan dekil.

                 “Masa lupa sama Babe, Man!” kata Pak Salim

            sambil mengguncang-guncangkan tangan anaknya.

                 “Memangnya bapak tua ini siapa, Bang?” tanya

            Sukenah penuh keheranan.

                 “Abang juga gak kenal,” sahut Darman sambil

            menggamit tangan istrinya untuk menjauh dari Pak

            Salim.










                                        35
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47