Page 44 - Cerita Darman dan Darmin
P. 44

Darman       semakin      meresahkan        dan     semakin

            membahayakan  karena  suka  mengganggu  orang

            yang berada di dekatnya.

                 Melihat keadaan suaminya yang semakin parah,

            Sukenah  menceraikan  suaminya.  Darman  diusir

            dari rumahnya. Semua harta warisannya dikuasai

            oleh istrinya.

                 Di  tempat  lain,  Darmin  dan  adiknya  sedang

            panen  hasil  bumi.  Mereka  dibantu  beberapa

            pegawainya  mengumpulkan  dan  mengemas  buah-

            buahan  itu.  Rencananya  buah-buahan  itu  akan

            dikirim  ke  kota  lain  dan  sebagian  lagi  dijual  ke

            pengepul.  Buah  hasil  kebun  milik  nenek  angkat

            Darmin sudah terjamin sangat baik.

                 “Bang, istirahat  dulu!” teriak  Amini  sambil

            mencuci tangannya yang kotor.

                 “Tanggung sebentar lagi!” sahut Darmin yang

            sedang  naik  pohon  duku.  Keranjang  duku  yang

            berada di punggungnya sudah hampir penuh.




                                        37
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49