Page 51 - Cerita Darman dan Darmin
P. 51

Setelah  berpamitan, Darmin,  Amini,  dan

            Darman pergi menemui orang tua mereka. Darmin

            sedih  melihat  rumahnya  yang  kelihatan  tidak

            terawat. Sejak diusir dari rumahnya, Darmin tidak

            pernah datang ke rumah itu lagi.

                 Emed  yang  sedang  menyapu  halaman  rumah

            terkejut melihat  kedatangan ketiga anak Pak Salim.

                 “Alhamdulillah,  Abang dan  Mpok akhirnya

            datang juga.”

                 “Memangnya ada apa, Emed?” Darmin bertanya

            sambil berjalan mengikuti langkah kaki Emed.

                 “Kasihan  Babe,  Bang,  sudah  lama  sakit.

            Katanya rindu kepada anak-anaknya.”

                 “Memangnya  Babe  sakit apa, Bang Emed?”

            tanya Amini penasaran.

                 “Biasa, Mpok, penyakit asmanya kambuh terus.

            Apalagi kalau lagi banyak pikiran.”

                 Darman  dan  Amini  meneteskan  air  mata.

            Mereka menyesal telah meninggalkan orang tuanya.




                                          44
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56