Page 51 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 51
Amboq. Sesampai di rumah Amboq, Cicci melihat
kondisi Amboq yang memprihatinkan.
“Maafkan saya... maafkan saya, Nak.” Amboq
berkata dengan wajah mengiba.
“Ya, saya sudah memaafkan, Pak. Mohon dimaafkan
juga salah ayah saya. Ini semua sudah diatur oleh
Yang Mahakuasa.” Cicci memeluk Amboq yang sedang
terbaring lemas. Ijo melihat dengan senang hati. Istri
Amboq dan Becce Segang, anaknya, juga ikut bermaaf-
maafan dengan Sicci Hadra. Ijo merasa puas dan lega
karena sudah tak ada lagi yang tersakiti di antara
kedua belah pihak.
Ijo semakin senang hatinya melihat Cicci Hadra
menyingkap kain yang menutupi kaki Amboq. Gadis
itu melihat dan memperhatikan dengan serius luka di
betis Amboq. Ia berpikir sejenak, lalu berjanji untuk
mencarikan obat luka yang mujarab yang disimpan di
rumahnya. Obat itu dapat menyembuhkan luka dengan
cepat. Cicci Hadra ingat, kalau ia pernah menyimpan
obat luka yang diberi kerabatnya saat almarhum
ayahnya dulu terluka pangkal lengannya oleh pisau.
42

