Page 46 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 46

sudah bersimbah darah. Ijo dan Becce Segang segera
            mengangkat Amboq ke dalam rumah.

                “Sudah! Sudah! Sudah! Tak usah kalian pikirkan

            lukaku ini! Segeralah kalian ke pantai! Di pantai Cicci

            Hadra sedang menangisi jasad ayahnya!”
                “Ha?  Jasad  ayahnya?  Puaqkah  maksudnya?”  Ijo

            mendesak.

                “Iya! Cepatlah kalian ke sana! Kau Ijo! Kau juga

            Becce!”
                “Tetapi luka ayah ini?” Becce merisaukan ayahnya.

                “Tak  usah  kau  pikirkan.  Nanti  ibumu  kusuruh

            menumbuk daun singkong untuk dilumurkan di luka ini

            agar darahnya berhenti keluar. Pergilah kalian!”
                Dengan gemetar, Ijo dan Becce  berlari menuju

            pantai. Orang-orang yang melihat terpana melihat

            mereka berdua.

                “Ah,  ada  apa    gerangan  si  Ijo  dan  si  Becce  itu.
            Berlari seperti ada yang mengejar!” ucap suami Bu

            Jirana penuh tanya.










                                                                      37
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51