Page 53 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 53

Di sekitar pohon bakau, tepatnya di depan bukit
            kecil  terdapat  beberapa  batu  berukuran  besar.

            Beberapa  remaja  dan  orang  tua  duduk  di  atas  batu

            yang menghampar. Anak-anak bermain bersuka ria

            dengan ombak kecil yang menghempas karang. Selain
            itu juga ada yang berkejaran di pasir pantai. Alangkah

            senangnya hati Ijo melihat semua itu.

                Ijo meminta kepada yang hadir untuk berkumpul,

            tepatnya di sekitar dua pohon bakau menjulang tinggi.
            Untuk menghormati orang yang dituakan di kampung,

            Ijo  meminta  Amboq  untuk  berbicara  terlebih  dahulu.

            Dalam bicaranya, Amboq meminta maaf kepada semua

            warga  atas  kekhilafan  kesalahannya  dalam  beberapa
            peristiwa yang telah terjadi. Selanjutnya, lelaki yang

            penuh uban itu  berpesan agar tidak ada lagi peristiwa

            yang sama.

                “Memang  benar  apa  yang  telah  dikatakan  oleh
            Nenek Tupu saat itu bahwa siapa saja yang menebang

            pohon  vova  sanggayu akan menyebabkan malapetaka

            baginya.  Itu  terjadi  padaku.”  Amboq  berkata

            tenang dengan suara sayup-sayup tak sampai. Lalu,




            44
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58