Page 48 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 48
“Mengapa harus ayah saya yang bertanggung
jawab?” tanya Becce Segang.
“Sudah, sudahlah! Tak perlu diributkan! Nanti kita
selesaikan! Mari segera kita bawa ayahmu pulang!
Ayo Bapak-Bapak, bantu aku!” Ijo menengahinya, lalu
mengangkat jasad Puaq. Beberapa orang lelaki ikut
menolong.
Di rumah Puaq, warga yang hadir turut
membantu. Mereka bersama memandikan, mengafani,
menyembahyangi, dan mengantarkan jenazah Puaq
ke pandam perkuburan keluarga di bukit kecil dekat
pantai.
Dua hari setelah kematian Puaq, Ijo datang ke
rumah Cicci Hadra. Ijo mengerti sekali bagaimana
perasaan ditinggal mati oleh orang yang disayangi.
Pemuda itu mendengarkan dengan tenang saat Cicci
Hadra menceritakan kronologi kematian ayahnya. Ijo
mengangguk-angguk dan berusaha menenangkan hati
Cicci Hadra.
39

