Page 49 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 49

“Pokoknya saya tidak terima, Kak Ijo. Ayah Becce
            harus bertanggung jawab atas kematian ayah!” tegas

            Cicci Hadra.

                “Tadi kan sudah kamu sampaikan semuanya, Cicci.

            Ayahmu  dan  ayah  Becce  bukanlah  adu  fisik.  Kondisi
            ayahmu sedang sakit... sudah berhari-hari tak makan.

            Beliau itu lemas, tetapi dipaksa juga untuk ke pantai

            saat itu.” Ijo berusaha menenangkan dan meyakinkan

            Cicci Hadra.
                “Memang tak adu fisik, tetapi mereka itu adu mulut.

            Itu membuat ayahku jatuh terkulai sampai meninggal!

            Sampai meninggal, Kak!” Cicci bercerita sambil terisak.

                “Cicci, kamu itu beriman, ‘kan? Itu takdir namanya!
            Tuhan yang mengatur semuanya!” tukas Ijo sedikit

            keras.

                “Ya,  aku  tahu,  Kak.  Tuhanlah  yang  berkehendak

            atas segalanya.” Bicara Cicci sudah mulai berangsur
            lunak.

                “Kalau memang kamu tahu, hilangkan kemarahanmu

            pada Amboq dan keluarganya. Jangan sedikit pun kamu

            simpan  niat  untuk  membalas  dendam  kepada  Amboq




            40
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54