Page 50 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 50

yang    sedang  terbaring  sakit.”  Ijo  memandang  Cicci
            bak kakak laki-laki pada adik perempuannya. Lalu

            melanjutkan, “Kasihan Amboq. Sampai saat ini beliau

            itu  belum  bisa  berdiri.  Sepertinya  luka  di  betisnya

            serius.”
                                         * * *



                Tujuh hari sudah Puaq, ayahnya Cicci Hadra,

            meninggal dunia. Semenjak kematian ayahnya itu, Cicci

            ditemani oleh saudara-saudara almarhum ibunya dan

            beberapa  orang  sepupunya  sehingga  gadis  itu  tidak
            merasa  kesepian.  Ijo,  sebagai  pemuda  yang  arif  dan

            bijaksana di kampung itu berbicara pada salah seorang

            kerabat Cicci agar nantinya ada yang tinggal bersama

            Cicci.
                Selain    itu,   terpikir    juga    oleh    Ijo   untuk

            mempertemukan Cicci Hadra dan Amboq agar tidak ada

            dendam dan hati yang terluka. Maka, suatu petang, Ijo

            menyampaikan hal itu pada Cicci. Dengan cara jitu Ijo,
            akhirnya mereka sepakat untuk berkunjung ke rumah








                                                                      41
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55