Page 30 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 30

sendirian.” Ijo berusaha menghibur sambil memegang-
            megang lengan neneknya yang sudah keriput.

                Nenek Tupu tersipu mendengar kelakar-kelakar

            dari cucu kesayangannya.

                Sejak  kepulangan  Ijo  dari melaut,  Nenek Tupu
            terlihat tenang dan bahagia. Kini, tiap pagi perempuan

            tua itu kembali menyeduh teh buat cucunya. Berkebun,

            membersihkan pekarangan, memetik buah dan sayuran,

            mereka kerjakan bersama.
                Setelah  tiga  minggu  Ijo  di  rumah,  pada  suatu

            malam, ketika Ijo hendak berbaring di biliknya, Nenek

            Tupu menahan langkah Ijo. Perempuan tua itu ingin

            menyampaikan  sesuatu  pada  cucunya.  Di  atas  tikar
            rotan  berwarna  cokelat  muda,  Nenek  Tupu  dan  Ijo

            duduk berhadapan.

                “Jo, sejak kamu pulang, Nenek tidak lagi datang ke

            pantai. Kalau kamu tidak lelah, besok ikutlah bersama
            Nenek. Nenek ingin melihat bakau yang dulu Nenek

            tanam.”

                “Baik, Nek. Maksud Nenek dua bakau sebagai tanda

            kepergian dan kepulanganku itu, Nek?”




                                                                      21
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35