Page 34 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 34

tidak bisa berbuat apa-apa, kondisi tubuhnya masih
            dalam keadaan lemas karena terlalu lama di laut.

                “Nek,  biarkan  mereka,  Nek!  Mereka  tidak  dapat

            dilarang.  Biarkan,  biarkan,  Nek.”  Ijo  mencoba

            menenangkan neneknya.
                “Tapi... tapi itu akan membawa celaka, Jo.”

                “Sudahlah, Nek. Mereka-mereka itu orang berhati

            keras. Orang-orang yang beraja di hati, Nek. Percuma

            Nenek melarangnya.”
                “Hahhhhh, beraja di hati? Jadi, mereka semau

            hatinya saja?”

                “Iya, Nek. Sebaiknya kita tidak mendekati mereka.”

                “Hahhhhh...  Nenek  lemas,  Jo,”  ucap  Nenek  Tupu
            sambil merebahkan dirinya pada Ijo.

                “Nenekkkk...  ada  apa  dengan  Nenek?”  pekik  Ijo

            sambil  memapah  badan  neneknya,  lalu  mengajak

            neneknya pulang.
                “Kalau begitu mari kita pulang, Nek.”

                Dengan  uraian  air mata  dan  langkah  tertatih-

            tatih, Nenek Tupu pulang ke rumah sambil dipapah

            Ijo. Menjelang masuk pekarangan rumah Nenek Tupu,




                                                                      25
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39