Page 25 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 25

melaut juga sudah siap untuk dibawa, berangkatlah
            Ijo bersama sahabatnya yang datang dari selatan

            itu. Tidak ada kata yang dapat disampaikan Nenek

            Tupu  saat  melepas  Ijo  meninggalkannya,  selain  doa

            agar  pelayaran  cucu  kesayangannya  tidak  mendapat
            hambatan  apa-apa,  dan  selamat  kembali  ke  Tanjung

            Babia.



                                         * * *



                Berbulan-bulan sudah, suatu pagi, Puaq, seorang

            tetangga  Nenek  Tupu,  datang  ke  pantai.  Ia  berjalan

            sendiri menyusuri pantai yang landai itu. Sesampai
            di tempat yang sedikit ada karang-karang kecil, ia

            tertegun. Matanya tertuju pada  sepasang pohon bakau

            yang ada di depannya. Kedua batang bakau itu tumbuh

            tinggi menjulang. Seperti orang kerasukan, ia marah-
            marah  sendiri.  Beberapa  kali  menyebut-nyebut  nama

            Nenek  Tupu.  Nenek  Tupu  dianggapnya  terlalu  rakus

            dan  menuduh  kalau  nenek  tua  itu  ingin  menguasai








            16
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30