Page 28 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 28
Begitu beratnya rasa rindu Nenek Tupu kepada
cucunya, kini bukan sekali dalam sehari lagi ia
mendatangi pantai, melainkan dua kali dalam sehari.
Siang menjelang petang, awan tak terlalu mendung,
angin berhembus sepoi-sepoi basah, Nenek Tupu berdiri
di pantai sambil melempar pandangan nun jauh ke laut
terbentang. Tiba-tiba dalam tatapannya yang jauh itu
terlihat olehnya sebuah perahu terombang-ambing di
tengah laut. Mata Nenek Tupu tidak berkerdip, ia terus
memandang perahu. Makin lama makin jelas kalau
perahu itu adalah sebuah perahu sundeq. Perahu itu
makin mendekat dan makin terlihat pula layarnya.
Ternyata perahu itu adalah perahu yang membawa
Ijo untuk melaut. Betapa senangnya hati Nenek Tupu
melihat kedatangan cucunya kembali dengan membawa
ikan yang sangat banyak. Ijo pun melihat, ia tahu bahwa
perempuan tua yang berdiri di landai pantai itu adalah
neneknya.
Setelah perahu sundeq itu ditambatkan, Ijo segera
berlari kecil menghampiri neneknya.
19

