Page 33 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 33

Tupu. Tanpa melihat orang-orang yang ada di pantai
            saat itu, ia segera menghampiri pohon bakau. Lalu,  ia

            membuka parang dari sarangnya. Nenek Tupu dan Ijo

            melihat dari kejauhan. Melihat Puaq memegang parang

            dan hendak mengayunkan ke pohon bakau, Nenek Tupu
            menjerit-jerit memanggil nama Puaq.

                “Puaq... Puaq... jangan! Jangan kau tebang bakau

            itu!”

                Puaq  hanya  melirik  sinis  dan  sama  sekali  tidak
            mengindahkan ucapan Nenek Tupu.

                “Jangan, Puaq... jangan ditebang! Kau akan celaka

            nanti! Hentikan! Hentikan, Puaq!” Suara Nenek Tupu

            sudah terdengar serak. Ia berlari terhuyung-huyung ke
            tempat Puaq dan Amboq yang sedang beraksi leluasa.

                Nenek  Tupu  berusaha  mencegah  dan  memberikan

            peringatan kepada Puaq dan Amboq agar jangan sampai

            menebang pohon bakau karena akan mengakibatkan
            celaka bagi orang yang menebangnya. Namun, larangan

            dan peringatan Nenek Tupu tidak mereka hiraukan, dan

            terus  saja  menebang  sampai  akhirnya  kedua  batang

            pohon bakau itu  tumbang. Sementara Ijo, pemuda itu




            24
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38