Page 27 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 27

“Tidak  apa-apa,  Nek.  Sama  sekali  saya  tidak
            merasa repot. Ada Husna, anak perempuan saya yang

            membantu memasak.”

                “Memangnya anakmu Husna sudah besar?”

                “Beranjak  remaja,  Nek.  Umurnya  baru  tiga  belas
            tahun. Sejak umurnya delapan tahun, saya sudah mulai

            mengajarkannya cara memasak. Saya bersyukur, Nek,

            punya  anak  perempuan  rajin  bekerja,  membersihkan

            rumah, menyapu pekarangan, dan membantu saya di
            dapur.”

                “Beruntung kamu ya, Jirana. Punya anak gadis

            yang  rajin.  Sekali-sekali  suruh  datanglah  ia  ke  sini.”

            Sesaat Nenek Tupu terdiam. Air matanya bergulir di
            pipi. Nenek Tupu ingat pada cucunya, Ijo, yang sudah

            sekian lama pergi meninggalkannya.

                “Nenek tidak usah bersedih. Saya yakin, Ijo pasti

            kembali pulang untuk kita semua.”  Jirana membujuk
            Nenek Tupu sambil menghapus air mata nenek tua itu

            dengan ujung lengan bajunya.










            18
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32