Page 29 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 29

“Nenek, aku pulang. Aku pulang untuk Nenek.” Ijo
            mencium dan memeluk erat Nenek Tupu.

                “Terlalu lama rasanya kau pergi, Jo. Kini, Nenek tak

            mau  lagi  kau  tinggalkan.”  Nenek  Tupu  menangis  dan

            makin  memperkuat  pelukannya.  Nenek  Tupu  dan  Ijo
            bertangisan melepas kerinduan. Setelah berpelukan

            nenek dan cucu itu pun pulang ke rumah.

                Sesampai di rumah, Nenek Tupu menceritakan

            kepada Ijo tentang kesepiannya semenjak Ijo pergi
            melaut. Sesekali  air matanya  berlinang. Begitu

            pun Ijo,  pemuda tampan itu ikut terharu dan  sedih

            mendengarkan cerita neneknya.

                “Aku janji, Nek. Aku tidak akan pergi lagi melaut.”
                “Benar kamu berjanji sama Nenek, Jo?”

                “Iya, Nek. Aku tak tega meninggalkan Nenek

            seorang diri. Rasanya baru beberapa bulan Nenek saya

            tinggalkan, badan Nenek sudah terlihat kurus sekali.”
                “Oh, kamu kira Nenek ini kurus karena tak makan,

            begitu?”

                “Tidak, tidak! Tidak kurus karena tak makan maksud

            saya,  Nek,  tetapi  Nenek  itu  kurus  karena  ditinggal




            20
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34