Page 31 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 31
“Iya, Jo.”
“Memangnya bakau-bakau itu sudah tinggi, Nek?
“Sudah, Jo. Sekarang bakau itu sudah tinggi
menjulang.”
“Oh, pohon indah memesona, pastinya.”
“Mengapa indah memesona katamu, Jo?”
“Ya, pastilah Nek, karena perempuan yang
menanamnya berwajah cantik.”
“Ah, kamu, Jo. Maunya menghibur Nenek saja.”
Keesokan harinya, saat matahari mulai condong
ke barat, Nenek Tupu dan Ijo berjalan menuju pantai.
Betapa bahagia dan bangganya Nenek Tupu. Ia ingin
cucu kesayangannya itu melihat bakau-bakau yang
ditanamnya. Namun, apa dikata, di antara kebahagian,
tiba-tiba saja Puaq dan Amboq datang dari arah
belakang. Mereka mengubah kebahagian Nenek Tupu
dan Ijo yang bahagia menjadi tegang menakutkan.
Suara Puaq terdengar sangat keras dan mengejutkan.
Puaq sudah datang lebih dahulu ke pantai sekitar bakau.
Lelaki itu sengaja datang dari jalan lain, membawa
Amboq untuk menebang bakau yang ditanam Nenek
22

