Page 26 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 26

wilayah Tanjung Babia sampai ke pantai. Lelaki itu
            ingin menebang kedua batang bakau tersebut.

                Nenek  Tupu    sama  sekali  tidak  mengetahui

            ketidaksenangan Puak terhadap dirinya. Ia merasa

            bahwa  orang-orang  senang  dengan  adanya  pohon
            bakau  di  pantai  itu.  Baginya,  jika  dilihat  sepasang

            bakau itu, lepaslah rindunya kepada Ijo. Ia berharap

            cucu kesayangannya segera kembali dari melaut.

                Kendati pun Ijo tidak ada, tetangga-tetangga
            sekitarnya ada saja yang ingin bertandang ke rumah

            Nenek Tupu.  Beberapa di antaranya  ada yang

            mengantarkan makanan atau penganan kecil untuk

            Nenek  Tupu.  Di  antara  yang  sering  menengok  Nenek
            Tupu adalah Jirana, tetangga yang dulu sering dibantu

            oleh Nenek Tupu.

                “Nenek,  ini  saya  bawakan  makanan  buat  Nenek.

            Nenek tak usah memasak lagi. Dalam rantang ini sudah
            ada nasi dan lauk pauknya.”

                “Terima kasih banyak, Jirana. Kamu begitu perhati-

            an kepada saya. Tidak usah repot-repot memasakkan

            untuk saya. Saya masih bisa memasak sendiri.”




                                                                      17
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31