Page 22 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 22

kosong. Kemudian, ia pergi ke dapur. Sesampai di
            dapur dilihat neneknya duduk seperti orang berdiang

            di tungku.

                “Nenek mengapa? Nenek kedinginan?”

                “Tidak. Nenek tidak apa-apa, Jo.”
                “Kalau memang tidak, mengapa Nenek duduk

            berdiang di piapiang itu, Nek?”

                  Ijo  mendekati  neneknya.  Dilihatnya  di  tungku

            sedang terjerang loyang. Lalu, dibukanya tutup loyang
            yang berisi kukusan singkong itu.

                “Oh... Nenek memasak kalumpang?”

                “Bukan, Jo. Ini, jepa.”

                “Tetapi  teman  saya  dari  Mamuju  menyebutnya
            kalumpang, Nek.”

                “Antara Mamuju dan Mandar sama saja, Jo. Kalau

            penganan itu terbuat dari singkong yang diparut

            disebut  jepa.  Tetapi  kalau  terbuat  dari  sagu,  itu
            namanya kalumpang.

                “Oh begitu... karena saya tidak pernah memasaknya,

            tahunya hanya menyantap, jadi kacau ya, Nek. Ah...

            yang  penting  rasanya  sama,  dan  sama  nikmatnya.




                                                                      13
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27