Page 21 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 21

memeluk dan mencium kedua pipi neneknya yang sudah
            keriput itu.

                Tidak berapa lama Nenek Tupu pamit untuk

            membuatkan teh hangat. Ia meninggalkan Ijo sendirian,

            dan pergi ke dapur untuk menjerang air. Karena hari
            itu Ijo akan pergi melaut, ia pun ingin membekali cucu

            satu-satunya  itu  dengan  penganan singkong.  Nenek

            Tupu mencabut beberapa batang singkong yang tumbuh

            di halaman belakang rumahnya. Singkong-singkong itu
            dibersihkan  dan  diparutnya,  kemudian  dikeringkan.

            Sambil menunggu parutan singkong mulai kering, Nenek

            Tupu memarut anjoro yang tidak terlalu tua. Singkong

            yang dikeringkannya dicampur dengan parutan anjoro,
            lalu dikukus dalam loyang.

                Di luar rumah, Ijo sibuk mempersiapkan segala

            sesuatu yang akan dibawanya melaut nanti. Karena

            neneknya tidak muncul-muncul juga, Ijo pun mencarinya
            ke samping dan ke belakang rumah. Ijo tak menemukan

            neneknya. Lalu dipanggilnya beberapa kali, tidak juga

            ada sahutan dari neneknya. Ia penasaran, lalu masuk

            ke  rumah.  Dibukanya  pintu  bilik  neneknya,  biliknya




            12
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26