Page 20 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 20

Sebelum matahari terbit, Nenek Tupu sudah kembali
            ke rumah. Didapatinya Ijo sedang sibuk mempersiapkan

            alat penangkap ikan. Ijo kaget dengan kedatangan

            neneknya di pagi buta itu. Lalu, ia menghampiri Nenek

            Tupu.
                “Nenek dari mana pagi-pagi begini?”

                “Nenek  baru  saja  pulang  dari  pantai  menanam

            sepasang  pohon  bakau,  Jo.”  Nenek  Tupu  menjawab

            sambil menahan dinginnya pagi.
                “Untuk apa Nenek menanam sepasang pohon bakau

            itu, Nek?” Ijo kembali bertanya.

                “Pohon  itu  kelak  akan    tinggi  menjulang,  Cucuku.

            Kedua bakau itu menjadi tanda untukmu saat kembali
            dari berlayar.”

                “Maksud Nenek?”

                “Kelak kamu akan melihat kedua bakau itu sebagai

            tanda  keberangkatan,  dan  sekaligus  kepulanganmu,
            Cucuku.”

                “Oh, begitu. Nenek memang hebat. Tiada duanya.

            Yang pasti, Nenek selalu ada di hati ini, Nek.” Ijo







                                                                      11
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25