Page 17 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 17

sekali tidak memiliki tradisi melaut seperti kebiasaan
            orang-orang yang datang dari selatan. Selama ini

            mereka hanya mengenal  pola  hidup  bercocok tanam

            dan berburu binatang di hutan. Laut bagi mereka hanya

            untuk dikunjungi sekali-sekali. Itu pun hanya di pesisir
            atau di sekitar pantainya saja. Apalagi, Nenek Tupu

            tahu bahwa ada tetangganya yang lebih dahulu melaut

            namun belum juga kembali.

                Setelah Nenek Tupu larut dalam berpikir, akhirnya
            ia menyampaikan apa yang dirasakannya saat itu.

                “Nenek  masih  sanggup  bekerja  dan  memenuhi

            kebutuhanmu, Jo. Tak perlu kamu sampai harus pergi

            meninggalkan  nenek  seorang  diri.  Apa  lagi  melaut.”
            Nenek Tupu memeluk erat cucunya.

                “Saya tahu bahwa Nenek tidak akan mengizinkan.

            Tetapi  Nenek  juga  harus  tahu,  cucu  nenek  ini  bukan

            anak-anak lagi. Bertahun nenek mengajarkan saya
            bagaimana bertanam di kebun, dan berladang di hutan.

            Sampai saya bisa seperti sekarang, itu...”

                “Tapi... tapi kehidupan laut itu lain, Cucuku.” Nenek

            Tupu memotong pembicaraan Ijo.




            8
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22