Page 18 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 18

“Tapi mengapa, Nek? Apakah laut itu menakutkan?”
            Ijo balik bertanya sambil memeluk erat bahu neneknya.

                “Tidak... tidak, Jo. Nenek hanya merisaukan kamu.

            Nenek sedih kamu tinggal pergi.”

                Semangat  Ijo  untuk  melaut  sudah  tidak  dapat
            dibendung lagi. Ia ingin mengetahui bagaimana

            kehidupan  di  laut  serta  piawai  nantinya  dalam

            menaklukkan lautan. Yang tidak kalah pentingnya

            adalah agar ia tahu bagaimana cara mendapatkan ikan
            seperti para pelaut yang datang dari tanah Mandar

            bagian selatan. Ijo pun  berjanji  kepada  Nenek Tupu

            bahwa  ia  pasti  kembali.  Dengan  beberapa  kalimat

            jitunya, akhirnya Ijo berhasil menaklukkan hati Nenek
            Tupu.

                Setelah percakapan yang cukup alot itu, Ijo tertidur

            pulas di tikar di ruang tengah. Sementara Nenek Tupu

            tidak sedikit pun dapat memejamkan matanya. Hatinya
            gundah  tak  menentu.  Nenek  Tupu  bangkit  dari  kasur

            lusuhnya, lalu beranjak pergi ke luar rumah. Di malam

            kelam,  ia  berjalan  seorang  diri  menuju  pantai.  Entah

            mengapa ketika melihat cucunya tertidur pulas, tiba-




                                                                        9
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23