Page 13 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 13

Begitu baik dan ikhlasnya hati Nenek Tupu. Setiap
            hari selalu ada saja yang datang ke rumahnya. Entah

            itu mengutang beras atau uang, minta sayuran, atau

            minta  dua  atau  tiga  butir  kelapa.  Mereka  pun  tidak

            segan menyampaikan  langsung pada Nenek Tupu.
                Sedikit  pun  Nenek  Tupu  tidak  pernah  merasa

            diberatkan oleh tetangga, dan tidak pernah pula merasa

            terganggu oleh tamu-tamu, termasuk teman-teman Ijo

            yang sering bermain di kebun atau yang kadang hanya
            singgah sekadar minta minum ke rumahnya.

                Kehidupan  di  Kampung  Tanjung  Babia  belumlah

            terlalu ramai oleh penduduk. Namun, suasananya tidak

            pernah  sepi  karena  para  pelaut  dari  Mandar  Selatan
            dan Bugis selalu berdatangan. Mereka sengaja singgah

            di Tanjung Babia, dan tinggal sementara waktu atau

            sekadar beristirahat dan mengambil air minum.

                Oleh  karena  kampung  itu  sering  disinggahi  para
            pelaut, beberapa  anak  muda  Tanjung  Babia pun  ada

            yang ikut mencari ikan bersama dengan para pendatang

            itu. Konon, beberapa orang di  antara mereka yang ikut







            4
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18