Page 16 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 16

Malam itu, Nenek Tupu duduk di atas tikar pandan
            yang tergelar di ruang tengah. Perempuan tua itu asyik

            memotong-motong jagung untuk direbusnya besok pagi.

            Ijo datang menghampiri. Cucunya itu mengutarakan

            niat hatinya untuk pergi melaut.
                “Nek!”

                “Ada apa, Jo?”

                “Saya ingin pergi melaut, Nek.”

                “Melaut? Dengan siapa kamu melaut, Jo?”
                “Dengan  Kobu,  pelaut  dari  Mandar  Selatan  yang

            sering singgah ke rumah kita ini, Nek. Bagaimana

            menurut Nenek? Bolehkah?”

                Nenek Tupu diam. Ijo melanjutkan.
                “Iya, Nek. Sudah lama terniat dalam hati saya,

            Nek.”

                Nenek Tupu kembali diam. Ia tidak mau memberikan

            jawaban  tidak  atau  iya  kepada  cucu  yang  sangat
            disayanginya itu. Ia tidak ingin Ijo yang menjadi

            harapan hidupnya pergi melaut. Hati Nenek Tupu jadi

            tak tenang. Menurut perempuan tua itu, meskipun

            mereka tinggal berdekatan dengan laut, mereka sama




                                                                        7
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21