Page 11 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 11
sekitar mengenal Nenek Tupu sebagai petani pohon
karena Nenek Tupu seorang yang gemar menanam,
juga gemar merawat pohon. Ia menanam apa saja yang
bisa bermanfaat bagi kehidupan. Menurutnya, dengan
jalan menanam pepohonanlah ia dapat membesarkan
cucunya. Tidak mengherankan jika Nenek Tupu
dikenal sebagai tuan tanah yang baik hati. Hasil dari
tanamannya itu hanya dapat memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Namun demikian, Nenek Tupu merasa
puas karena senantiasa berbagi dengan tetangga di
sekitarnya.
Suatu hari, tetangga Nenek Tupu yang bernama
Jirana datang ke rumahnya.
“Nek, sudah dua hari suami saya terbaring sakit di
rumah. Sebelumnya saya minta maaf, bolehkah kiranya
saya mengutang beras agak dua liter untuk kami masak
hari ini, Nek?”
“Tentu saja boleh, Jirana,” jawab Nenek Tupu.
“Terima kasih, Nek. Nanti kalau suami saya sudah
pulih dan sudah bisa bekerja kembali, beras Nenek
segera saya kembalikan.”
2

