Page 41 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 41

Mereka lupa pantangan di kampung bahwa setiap
            makanan harus dimakan bersama. Walaupun, sekadar

            menyentuh bekas makanan itu. Apabila ada salah satu

            di antara keluarga itu tidak merasakan atau menyentuh

            bekas makanan, ia bisa mengalami sesuatu yang disebut

            kempunan.  Artinya,  orang  yang  tidak  merasakan

            makanan  yang  sangat  diinginkan  itu  bisa  celaka  dan

            mendapatkan malapetaka.
                 Akhirnya,  keesokan  harinya  sang  ibu  pun  datang

            dari ladang. Setibanya di dalam rumah si ibu bertanya

            kepada anak-anaknya, “Di mana burung-burung Ibu?”

                 Mendengar  pertanyaan  ibunya,  Koling  dan  Mia

            Bungsu saling pandang. Mereka diam membisu. Tidak

            ada suara sama sekali. Mereka pun akhirnya menunduk

            dengan wajah takut kepada ibunya.

                 “Sudah kalian makankah?” tanya ibunya.

                 “Sudah kami makan, Bu,” jawab Mia Bungsu pelan
            karena takut dimarahi.

                 “Ya,  kalau  begitu  kalian  sudah  tidak  suka  lagi

            kepada Ibu,” kata ibunya dengan wajah sedih.




                                          27
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46