Page 38 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 38

mulai bertanya-tanya mengapa burung ini tidak boleh
            dimakan.  Padahal,  sudah  tidak  ada  lagi  makanan  di

            rumah. Mereka berdua sangat kelaparan.
                 “Mengapa Ibu melarang kita memakan burung ini?”

            tanya Mia Bungsu kepada abangnya.

                 “Entahlah. Bagus jika kita makan saja burung ini,”
            jawab Koling.

                 “Ya, Bang. Aku juga sudah lapar,” kata Mia Bungsu.
                 Mereka  lupa  pesan  ibunya  untuk  tidak  memakan

            burung sebelum ibunya pulang. Karena rasa lapar yang

            sudah tidak dapat ditahan, tanpa berpikir panjang lagi,
            mereka  pun  memanggang  tiga  ekor  burung  tersebut.

            Mereka  dengan  lahap memakan  burung-burung

            panggang itu.
                 Mia Bungsu  dan  Koling  sangat  senang  memakan

            burung tersebut. Setiap orang mendapatkan satu ekor

            untuk dimakan. Mereka makan dengan lahap. Sampai-
            sampai tulangnya pun mereka makan.

                 “Masih  ada  satu  ekor  lagi  burungnya.  Untukku
            saja,” kata Koling.

                 “Jangan,  Bang.  Sisanya  ini  untuk  Ibu,” seru  Mia

            Bungsu.



                                          24
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43