Page 40 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 40

panggang  terakhir  yang  tersisa.  Koling  memakannya
            dengan  sangat  rakus  tanpa  memikirkan  perasaan

            ibunya.  Padahal,  ibunya  yang  menangkap  burung-

            burung itu dan berpesan agar menjaganya. Ibunya mau
            burung-burung itu dimakan bersama-sama sekeluarga.

                 “Eeek,  eeek, kenyang,”  kata  Koling  dengan  suara

            sendawanya yang keras.
                 Burung panggang jatah ibunya itu pun habis tidak

            bersisa. Tulang-tulangnya yang gurih dan renyah pun

            dihabiskan. Tidak ada tulang-tulang yang berserakan.
            Koling  benar-benar  rakus  memakan  burung  panggang

            tersebut.

                 Koling dan Mia Bungsu benar-benar tidak menaati
            amanah dan pesan ibunya. Mereka memakan burung-

            burung  yang  ditangkap  oleh  ibunya.  Padahal,  ibunya

            berpesan untuk menjaga dan jangan memakan burung-
            burung itu sebelum ibunya kembali ke rumah.

                 Mereka  tidak mau  menunggu  ibunya  ketika

            memakan burung-burung itu. Padahal, adat di kampung

            mengajarkan  mereka  untuk  makan  bersama-sama
            dengan keluarga. Mereka melanggar pesan ibunya serta

            pantangan adat kampung.


                                          26
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45