Page 45 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 45

“Ibu, jangan tinggalkan kami. Maafkan kami,” kata
            Koling dan Mia Bungsu memohon kepada ibunya.

                 Si ibu tidak menghiraukan rengekan anak-anaknya.

            Ia terus berjalan. Ia berjalan dengan sangat tergesa-

            gesa menuju ladang. Ibunya berjalan sambil berlinang

            air mata. Tanpa disadari dalam perjalanannya ke ladang

            itu  kakinya  menginjak  ekor  ular  berbisa.  Seketika  itu

            juga ular berbisa itu menggigit kaki si ibu.
                 “Aduh, sakit,” teriak si ibu.

                 Tiba-tiba  si  ibu  terjatuh  lunglai  di  atas  tanah.

            Dilihatnya seekor ular berwarna hitam mendesis. Ular

            itu seolah-oleh berdiri tegak ingin mematuknya kembali.

            Koling dan Mia Bungsu yang dari tadi berada di belakang

            ibunya  langsung  sigap  menolong.  Mereka  mengambil

            kayu  untuk  mengusir  ular  itu  dengan  melemparinya.

            Ular itu pun menjauhi ibu mereka.

                 Apa  yang  terjadi  pada  si  ibu  ibarat  sebuah
            peribahasa  yang  berbunyi  “Malang  tak dapat  ditolak,

            untung  tak  dapat  diraih.”  Artinya,  si  ibu  tidak dapat

            menghindarkan diri dari malapetaka akibat digigit ular.




                                          31
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50