Page 46 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 46

Koling  dan  Mia  Bungsu  pun  menghampiri  ibunya.
            Tampak kaki ibunya yang digigit ular itu sudah membiru.

            Napas ibunya  naik-turun  dengan  cepat.  Wajahnya

            pucat. Ibunya kelihatan sekarat.

                 “Ibu  kempunan  burung panggang  anakku,”  kata

            ibunya.

                 “Anak-anakku  seharusnya  kalian  menyisakan

            burung panggang untuk Ibu makan. Secuil dagingnya pun
            sudah cukup. Namun, sudah terlambat, Ibu kempunan.

            Sekarang Ibu  sudah  tidak  bisa  lagi  hidup.  Racun  ular

            sudah masuk ke dalam tubuh. Ibu akan meninggalkan

            kalian. Ibu akan menyusul ayah kalian ke surga,” kata

            si ibu.

                 “Ibu, jangan tinggalkan kami,” kata Koling.

                 “Kami  akan selalu  mendengarkan  nasihat  Ibu,”

            kata Mia Bungsu.

                 “Sudah  terlambat  anakku.  Mulai  sekarang  kalian
            harus menanam padi dan sayur-sayuran di ladang agar

            kalian  bisa  makan  dari  hasil  tanaman  di  ladang  itu,”

            nasihat ibunya kepada Koling dan Mia Bungsu.




                                          32
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51