Page 38 - Cerita Darman dan Darmin
P. 38

“Kami difitnah oleh Bang Darman. Babe percaya

            saja  mendengar  laporan  Bang Darman.  Akhirnya,

            kami diusir dari rumah.”

                 “Kalian  tidak menjelaskan  kepada  Babe

            persoalan yang sesungguhnya?”

                 “Sudah, tetapi Babe tetap tidak percaya.”

                 “Kalau  begitu  kalian  tinggal  bersama  Nenek

            saja. Kebetulan Nenek tinggal sendiri. Kalian bantu-

            bantu Nenek mengurus kebun.”

                 Akhirnya,  Darmin  dan  Amini  tinggal  bersama

            si nenek. Setiap hari mereka membantu pekerjaan

            nenek.  Darman  membantu  mengawasi  hasil

            pertanian  dan  perkebunan,  sedangkan  Amini

            menghitung  jumlah  hasil  panen  dan  upah  tenaga

            kerja.  Berkat  bantuan  kedua  pemuda  ini,  usaha

            milik  nenek menjadi semakin maju.

                 Sementara itu Darman hidup dalam limpahan

            harta  kekayaan.  Tanah,  perkebunan,  dan  rumah-

            rumah  kontrakan  ayahnya  telah  dikuasainya.




                                        31
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43