Page 20 - Cerita Darman dan Darmin
P. 20
“Wa alaikum salam!” jawab mereka serentak.
“Darman, ke mana saja? Babe kangen sudah
lama tidak bertemu,” kata Pak Salim dengan wajah
ceria. Akhirnya, dia dapat berjumpa dengan
anak sulungnya yang sudah lama tidak pernah
mengunjunginya.
“Darman ‘kan sibuk! Lagi pula ada apa sih Babe
nyuruh Darman pulang?”
“Duduklah! Ada yang Babe mau bicarakan. Babe
semakin tua dan harta Babe semakin banyak. Babe
merasa sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus
harta benda seorang diri. Babe ingin membagikan
harta warisan kepada kalian.”
“Mengapa dibagi sekarang, Be? Apalagi Babe
juga masih hidup?” sambung Darmin keheranan.
“Tidak apa-apa biar kalian punya tanggung
jawab,” jawab Pak Salim. Pak Salim melanjutkan
lagi pembicaraannya dengan berkata, “Sebelum
membagi warisan, Babe mau minta kalian belajar
13

