Page 19 - Cerita Darman dan Darmin
P. 19

tuanya  apalagi  selama  ini  Amini  sangat  dekat

            dengan ayahnya.

                 Akhirnya  ketiga  anak  Pak Salim  pergi  untuk

            meneruskan  kehidupannya,  sedangkan  Pak Salim

            tinggal bersama Emed. Tahun demi tahun terlewati,

            Pak Salim merasa dirinya sudah semakin tua. Dia

            tidak dapat lagi mengurus semua usahanya sendiri.

            Dia  memutuskan  untuk  mengumpulkan  kembali

            anak-anaknya.

                 Darmin  dan  Amini  langsung  pulang  setelah

            mendapat panggilan dari orang tuanya, sedangkan

            Darman tidak kunjung kelihatan juga. Akhirnya, Pak

            Salim mengutus Emed untuk menjemput Darman di

            Tanjung Priok. Darman dengan terpaksa menemui

            orang  tuanya.  Sebenarnya  dia  malas  memenuhi

            panggilan orang tuanya karena merasa rugi harus

            meninggalkan pekerjaannya.

                 “Assalamualaikum!”  sapa  Darman  sambil

            menghampiri Pak Salim dan kedua saudaranya.




                                          12
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24