Page 18 - Cerita Darman dan Darmin
P. 18

“Sekarang  dengarkan  baik-baik,” kata  Pak

            Salim mengambil alih pembicaraan.

                 “Babe  sudah  mendengar  keinginan  kalian

            dan  sudah  mengambil  kesimpulan.  Darman  boleh

            pergi  ke  Tanjung  Priok  untuk  mewujudkan  cita-

            citamu. Darmin akan Babe kirim ke Bandung untuk

            melanjutkan pendidikan bersama Amini. Walaupun

            anak  perempuan,  Amini  harus  tetap  bersekolah

            setinggi-tingginya.  Amini  harus  pintar  seperti

            Bang Darmin.  Besok Emed akan  mengurus semua

            keperluan kalian,” ujar Pak Salim.

                 “Tapi, Beh! Bagaimana  dengan  Babe?”  tanya

            Amini sedih.

                 “Kalian  jangan  mengkhawatirkan  Babe.  Ada

            Bang Emed yang akan menemani Babe. Kalian harus

            menjadi orang sukses!”

                 Suasana malam itu berubah jadi haru, terutama

            Amini. Dia sangat berat harus meninggalkan orang







                                        11
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23