Page 16 - Cerita Darman dan Darmin
P. 16
“Darmin mau melanjutkan sekolah yang lebih
tinggi. Biar sukses di kehidupan dan bisa berguna
bagi orang banyak,” jawab Darmin.
“Belagu lu, Min!” ejek Darman.
“Lihat tetangga kita yang bodoh itu, kerjanya
nongkrong-nongkrong saja. Darmin tidak mau
seperti mereka,” jawab Darmin.
“Sudah, jangan ribut! Kalian ini bersaudara.
Kalau ada selisih paham harus diselesaikan baik-
baik,” ujar Pak Salim melerai Darman dan Darmin.
“Amini, rencana kamu ke depan apa?” tanya
Pak Salim memandang Amini yang masih tertegun
melihat kedua kakaknya berselisih paham.
“Ya, Be. Maaf!” sahut Amini gelagapan. “Amini
sebenarnya ingin sekali sekolah tinggi seperti Bang
Darmin, tetapi Amini mau menemani Babe saja di
rumah. Kasihan Babe sudah tua. Lagi pula Amini
‘kan anak perempuan,” jawab Amini.
9

