Page 13 - Cerita Darman dan Darmin
P. 13

“Memangnya  ada  apa,  Be?  Serius  amat

            perasaan.”

                 “Nanti juga kamu pasti tahu,” kata Pak Salim.

            Emed tidak banyak bicara lagi. Dia asyik menikmati

            singkong rebus.

                 Setelah salat Magrib, Pak Salim duduk di balai

            depan rumahnya menunggu anak-anaknya datang.

            Di dapur si  Emed  sedang menggoreng dodol dan

            pisang.  Selain  itu,  dia  juga  menyiapkan  minuman

            bajigur.

                 Dari  kejauhan  Pak Salim  melihat  Darman

            menuju ke arahnya. Bajunya kotor penuh lumpur.

                   “Eh,  Babe!”  sapa  Darman  kaget  melihat

            ayahnya memperhatikannya.

                 “Kalau  masuk  rumah  bilang  assalamualikum

            dulu, Tong!”

                 “Ya, Be,” sahut Darman sambil mencium tangan

            ayahnya.

                 “Kamu dari mana?”




                                           6
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18