Page 11 - Cerita Darman dan Darmin
P. 11

sepiring singkong rebus. Sesekali matanya tertuju

            ke  arah  anak-anak  yang  sedang  bermain  gundu

            dan petak umpet. Senyum tipis menghiasi bibirnya

            melihat ada anak yang kalah dalam permainan itu.

            Dia teringat tingkah anaknya ketika masih kecil.

                 Tiba-tiba suara seseorang mengagetkannya.

                 “Sejak  tadi  saya  perhatikan  Babe  senyum-

            senyum saja,” kata Emed sambil duduk bergabung

            dengan Pak Salim. Emed adalah orang kepercayaan

            Pak Salim. Dia sudah lama ikut dengan Pak Salim.

                 “Kamu dari mana, Med?” tanya Pak Salim.

                 “Habis  lihat  empang  di  belakang  rumah.

            Ternyata ikannya sudah besar-besar, padahal baru

            kemarin benihnya ditebar,” jawab Emed.

                 “Kalau kamu mau, ambil saja. Enak tuh dimasak

            pecak pakai cabe rawit yang banyak.”

                 “Gampang, Be, nanti saya ambil kalau mau.”

                 “Oh  ya, Med.  Tolong kamu  kumpulkan  anak-

            anak di rumah sehabis Magrib.”




                                           4
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16