Page 51 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 51

langkah  Mia  Bungsu  untuk  berladang.  Walaupun,
            keringat  membasahi  sekujur  tubuhnya.  Mia  Bungsu

            terus bekerja.

                 Setelah  membakar  ladangnya,  ia  pun  menabur
            berbagai bibit sayuran. Di antara bibit sayur-sayuran

            itu adalah sawi, bayam, labu, dan timun. Ia menabur

            banyak sekali bibit sayur-sayuran itu di tengah-tengah

            ladangnya. Dalam pikiran Mia Bungsu dengan menabur

            banyak  bibit  sayuran  akan  banyak  pula  yang akan
            dipanennya.

                 Sambil  menabur  benih  ia  bernyanyi  dengan

            riangnya.  Tiba-tiba  ketika  sedang  asyiknya  bernyanyi
            sambil  menabur  benih sayur  di ladang,  Mia Bungsu

            berteriak  kesakitan.  Ia  merasakan  perih  yang  sangat

            menyakitkan di matanya.

                 Sakit  matanya  membuat  Mia  Bungsu  berhenti

            bekerja di ladang. Matanya agak susah dibuka secara
            penuh.  Namun,  ia  masih bisa  mengintip  dari  celah

            matanya.  Dalam  kepanikannya  itu,  ia  pun  bergegas

            menuju rumah Nek Imok. Ia berharap Nek Imok dapat
            menolongnya.




                                          37
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56