Page 19 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 19

“Ibu akan menanam padi di ladang. Kalian tunggu
            saja  di rumah.  Sebentar  lagi  kita  pasti makan,” kata

            ibunya kepada Koling dan Mia Bungsu.
                 “Ya,  Bu, tetapi  jangan  lama-lama,”  jawab  Mia

            Bungsu.
                 “Tidak lama. Tunggu saja dengan tenang di rumah,

            ya,” kata ibunya.
                 “Ya,”  jawab  Koling,  abang  Mia  Bungsu, sambil

            terisak-isak menahan tangisnya.
                 “Kalian bermain saja di rumah dan jangan berkelahi,”

            pesan ibu itu kepada Koling dan Mia Bungsu.

                 Setelah menenangkan hati anak-anaknya, si ibu pun
            pergi ke hutan. Ia akan menebang kayu dan membuka

            ladang agar dapat ditanami padi. Dalam perjalanannya
            menuju hutan si ibu bertemu dengan seorang nenek tua.

                 “Ibu mau ke mana?” tanya nenek tua itu.
                 “Aku mau ke hutan. Aku mau membuat ladang agar

            bisa ditanami padi,” jawab si ibu.

                 “Menanam  padi itu  susah.  Perlu  waktu  berbulan-
            bulan baru bisa dipanen,” kata si nenek.

                 “Ya,  tetapi anak-anakku di rumah  kelaparan.
            Mereka menangis seharian. Aku harus bekerja keras,”

            jawab si ibu.


                                          5
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24