Page 24 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 24

“Anak-anakku,  baik-baik  di rumah.  Ibu  pergi.
            Ibu  lagi  mengirek  (melepaskan  bulir-bulir  padi  dari

            tangkainya) di ladang.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu
            lagi menjemur padi di ladang.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            sedang menumbuk padi menjadi beras.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            lagi membersihkan beras.”
                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            lagi memasak nasi.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu
            lagi meletakkan nasi di bambu sebagai tempat makan.”

                 Nyanyian  itu  sangat  ajaib.  Nyanyian  itu  seperti

            mantra  sakti  bagi  si  ibu.  Dengan  menyanyi  lagu  ajaib

            itu, ibunya Koling dan Mia Bungsu dalam sekejap bisa

            menghasilkan  padi.  Sambil  sang ibu  menyanyikan
            mantra  demi  mantra,  tiba-tiba  terjadi  keajaiban.

            Ucapan  sang  ibu  menjadi  kenyataan.  Mantra  yang

            dinyanyikan  seolah-olah  memberi  kekuatan  kepada
            sang  ibu  untuk  menebang kayu,  membakar,  menugal,




                                          10
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29