Page 18 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 18

“Aku lapar, Bu,” kata Mia Bungsu.
                 “Perutku perih, Bu. Lapar,” kata Koling.

                 “Ya, Ibu tahu, sebentar lagi kita dapat makanan,”

            kata si ibu berusaha menyenangkan hati anaknya.
                 Si  ibu  terus  berpikir  bagaimana  caranya  agar

            mereka bisa makan. Terlintas dalam pikirannya si ibu

            akan mengemis saja. Namun, ia masih berpikir mengemis
            itu tidak baik. Mengemis itu bertentangan dengan hati

            nuraninya.

                 Tiba-tiba  si ibu  mendapatkan  akal.  Ia  akan
            menanam padi di hutan. Ia tidak boleh meminta-minta

            dan mengemis. Bekerja dengan keras lebih baik daripada

            mengemis kata si ibu kepada dirinya sendiri.
                 “Aku harus  bekerja  keras,  tidak  boleh  meminta-

            minta,” seru si ibu berbicara sendiri.

                 Si  ibu  berpikir  tangan  di  atas  lebih  baik  daripada
            tangan  di  bawah.  Artinya,  memberi  atau  bersedekah

            lebih baik daripada meminta-minta.

                 Ia    kemudian      menemui       anak-anaknya.       Ia
            menenangkan  hati  Koling  dan  Mia  Bungsu.  Ia  ingin

            anak-anaknya  tidak  menangis  lagi.  Ia  akan  mencari

            makanan untuk mereka.


                                          4
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23