Page 16 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 16

Ibunya bercerita kepada Mia Bungsu bahwa ia masih
            dalam kandungan ketika ayahnya meninggal. Padahal,

            ayahnya  sangat  mendambakan  anak  perempuan.

            Malahan, sang ayah sudah menyiapkan nama Mia jika
            anaknya lahir sebagai perempuan.

                 Ibunya sedih ketika melahirkan anak perempuannya

            ini. Sedih karena melahirkan anak tanpa ayah yang akan

            menyayanginya.  Oleh  sebab  itu,  ketika  lahir  sang  ibu

            memberi nama Mia sesuai dengan keinginan suaminya.
            Namun,  oleh  ibunya  ditambah  dengan  nama  Bungsu.

            Jadilah  nama  lengkapnya  Mia  Bungsu.  Dinamakan

            Bungsu  karena  ia  lahir  sebagai  anak  bungsu  dalam
            keluarga.

                 Suatu hari mereka sekeluarga kehabisan makanan.

            Mereka  kelaparan.  Ibunya  sangat  bingung  dan  sedih

            memikirkan  nasib  mereka.  Ia  memikirkan  bagaimana

            anak-anaknya bisa makan.
                 Si ibu semakin sedih ketika melihat anaknya Koling

            dan  Mia  Bungsu  menangis-nangis  meminta  makan.

            Mereka memegang-megang perutnya menahan perih.
                 “Anak-anakku, sabar ya,” kata si ibu.




                                          2
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21