Page 22 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 22

Nek Imok lalu mengajarkan sebuah nyanyian ajaib
            kepada ibunya Koling dan Mia Bungsu. Nyanyian ajaib

            yang dapat menghasilkan padi dan beras hanya dalam

            satu hari. Si ibu begitu senang dengan nyanyian ajaib

            yang  diajarkan  Nek Imok  kepadanya.  Ia  menghafal

            mantra ajaib yang diajarkan dengan sungguh-sungguh.

            Akhirnya,  dalam  sekejap  si  ibu  sudah  menguasai

            nyanyian ajaib yang diajarkan Nek Imok.
                 “Namun,  ingat,  nyanyian  ajaib  ini  hanya  bisa

            digunakan sekali dalam seumur hidupmu. Nyanyikanlah

            dengan  menggunakan  dua  ruas  bambu  sebagai

            pelantang suaranya,” kata Nek Imok.

                 “Ya, Nek, aku mengerti,” jawab sang ibu.

                 “Sekarang pergilah,” kata Nek Imok.

                 “Baiklah, Nek, aku harus pergi. Terima kasih atas

            kebaikan Nek Imok kepada keluargaku,” kata si ibu.

                  Ibunya Koling dan Mia Bungsu pun pamit kepada
            Nek Imok  untuk  melanjutkan  perjalanan.  Ia  pun

            berjalan  menuju  hutan  yang  layak  untuk  dijadikan

            tempat berladang.




                                          8
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27