Page 23 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 23

Masuk hutan  keluar  hutan,  naik  gunung  turun
            gunung. Akhirnya, kaki si ibu berhenti di sebuah lembah.

            Lembah yang dipenuhi dengan pepohonan yang lebat.

            Hutan  di lembah  inilah yang  akan  dijadikan tempat

            berladang.

                 Sesuai dengan pesan Nek Imok, ia mencari bambu

            untuk dijadikan alat pelantang suara. Lalu, ia memotong

            dua ruas bambu dan menjadikannya sebagai pelantang
            suara. Ia pun mulai bernyanyi.

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            lagi menebang kayu.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            sedang membakar ladang.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            sedang menugal (menanam benih) padi di ladang.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            lagi mengurun (membersihkan padi dari rumput liar) di
            ladang.”

                 “Anak-anakku, baik-baik di rumah. Ibu pergi. Ibu

            lagi menganyi (memanen) padi di ladang.”




                                          9
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28