Page 53 - Cerita Darman dan Darmin
P. 53

“Be,” hanya itu yang keluar dari mulut Darmin.

            Dia  tidak  dapat  berkata-kata  melihat  Pak Salim

            terbaring lemah di ranjangnya.

                 “Be,  maafkan  Amini.  Amini  tidak  tahu  kalau

            Babe  sakit.”  Isak tangis Amini  mulai  terdengar.

            Dia memegangi tangan ayahnya seakan-akan tidak

            mau dilepas lagi. Pak Salim berusaha bangkit dari

            tidurnya, tetapi dilarang oleh Amini.

                 “Darman mana?” tanya Pak Salim menanyakan

            anak sulungnya.

                 “Emed,  bawa  Bang  Darman  kemari!”  teriak

            Darmin memanggil Emed.

                 Pak Salim  kaget  melihat  kondisi  Darman,

            tetapi  dia  bersyukur  masih  bisa  bertemu  dengan

            ketiga  anaknya.  Pak  Salim  meminta  maaf  kepada

            ketiga anaknya. Dia khawatir ada ucapannya yang

            membuat kehidupan anaknya menjadi susah.

                 Akhirnya, Pak Salim dan anak-anaknya kumpul

            kembali.  Mereka  hidup  saling  mengasihi.  Kondisi




                                          46
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58