Page 40 - Sulbar-Vova Sanggayu
P. 40

wajahnya menghadap ke dinding bambu biliknya. Cicci
            Hadra duduk dengan sabar menunggu ayahnya sampai

            tertidur.

                Mengetahui Puaq jatuh sakit, muncullah pikiran

            yang tidak-tidak pada diri Amboq. Menurutnya, Puaq
            sebentar  lagi  akan  mengikuti  jejak  Nenek  Tupu,  dan

            tinggallah dia sendiri yang akan menguasai Kampung

            Tanjung Babia. Tanpa berpikir panjang lebar diambilnya

            parang, lalu bergegas keluar rumah, pergi ke pantai
            mematok-matok tanah untuk dijadikan milik pribadinya.

                Apa yang dilakukan oleh Amboq terlihat oleh

            seorang tetangga Puaq yang kebetulan melewati pantai

            dan  segera  melaporkan  kepada  Puaq  bahwa  Amboq
            berada di pantai sedang sibuk mematok-matok tanah,

            termasuk tanah milik Puaq dan Nenek Tupu.

                Mendengar berita dari tetangganya itu, dengan sisa

            tenaga  ia  beranjak  dari  pembaringan  dan  mengajak
            Cicci Hadra untuk segera berangkat ke pantai.

                “Ayah! Seharusnya Ayah tidak berpikir yang

            macam-macam dulu! Ayah itu  dalam keadaan  sakit!

            Kalau sesuatu itu memang hak kita, pasti tidak akan




                                                                      31
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45