Page 53 - Mia Bungsu dan Nek Imok
P. 53

“Nek, tolong aku, Nek. Mataku sakit sekali,” kata
            Mia Bungsu.

                 “Ada apa dengan matamu?” tanya Nek Imok.

                 “Entahlah,  aku  baru  selesai  membakar  ladang.
            Tiba-tiba saja mataku sakit sekali,” jawab Mia Bungsu.

                 “Benar engkau hanya membakar ladang di sana?”

            tanya Nek Imok lagi.

                 “Sebenarnya  sehabis  membakar  ladang  sengaja

            aku menaburkan bibit sawi, bayam, labu, dan timun di
            tengah  ladang  agar  kelak  cepat  memanennya,”  jelas

            Mia Bungsu.

                 “Dasar  ceroboh,  kamu  telah  melanggar  aturan
            berladang. Tidak semestinya menabur bibit itu sebelum

            padi kamu tanam terlebih dahulu. Itu pun tidak boleh di

            tengah ladang. Sayuran hanya boleh ditanam di batas

            ladang. Inilah akibatnya kalau kamu melanggar aturan

            berladang. Aku tak mau menolongmu,” jelas Nek Imok.
                 “Tolonglah, Nek. Mataku sakit sekali. Maafkan aku

            kalau ternyata aku telah melanggar aturan berladang.

            Sungguh  aku  tidak  tahu,”  kata  Mia Bungsu memelas
            minta pertolongan kepada Nek Imok.




                                          39
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58