Page 34 - Cerita Darman dan Darmin
P. 34

mangga, pohon duku,  pohon kecapi, pohon jambu,

            dan lain-lain.

                 “Wah!  Buah-buahannya  banyak  sekali!”  seru

            Amini.

                 “Buah-buahan  ini  bukan  milik  kita.  Jadi, kita

            tidak  boleh  memetiknya,”  kata  Darmin.  Amini

            tersenyum  malu  menatap  kakaknya.  Dia  hampir

            saja mengambil buah-buahan itu.

                  “Lebih baik kita buka perbekalan saja. Bukankah

            kamu sudah lapar?” tanyanya Darmin.

                 “Untung  ada  pemilik  warung  yang  baik  hati

            kepada kita, Bang!” ujar Amini sambil menyantap

            makanan dengan lahap.

                 “Ya, kita tidak kelaparan lagi,” sahut Darmin.

            Ketika  sedang  asyik  menyantap  makanan,  tiba-

            tiba terdengar suara  langkah kaki seperti diseret.

            Darmin  berhenti  makan.  Dia  menyimak  baik-baik

            asal  datang  suara  itu.  Pandangannya  difokuskan

            ke arah suara tersebut. Amini dan Darmin melihat




                                        27
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39